Langsung ke konten utama

MyCerpen 1: Terakhir Kuingat Namamu

Dulu banget, Gue sempet nulis cerpen. Tadinya mau gue terbitin ke majalah, tapi gue pikir pasti ga akan keterima. diterimapun, pasti yang baca cuman dikitan. Akhirnya Gue putusin aja buat di post disini. Cerpen ini Geu tulis, sebelum tulisan Gue jadi agak alay. Dulu bahasanya rapih bener, dan masih unyu-unyu. haha. oke, dari pada loe penasaran, silahkan simak....

Terakhir Ku Ingat Namamu 

          Namaku Ajang, sekarang ini aku berada dikelas 10 SMK. Aku sangat senang belajar disekolah kejuruan ini, gak pernah terpikir kalau aku akan melanjutkan sekolah lagi. Biaya sekolah yang mahal, kembali menjadi beban orang tuaku.

          Pagi hari di semester kedua aku belajar. Terlihat ada seorang perempuan tersenyum padaku dari kejauhan, dan melambaikan tangannya. Aku tidak mau kegeeran, jadi saat itu aku hanya menundukan kepala. Ternyata dia adalah siswi baru disekolahku, dan kebetulan memilih sekelas denganku. Hmm, dilihat dari dekat... Ternyata dia cantik juga, pikirku. Dan saat dia perkenalan di depan, serentak kelasku langsung berisik. Wajar saja, karena sekolahku mayoritasnya laki-laki. Dikelasku juga cuman ada dua perempuan, dan itu juga tidak terlalu cantik. Jadi, wajar saja kehadiranya memberi warna baru.

         Pulang sekolah seperti biasa, aku nongkrong dulu di warnet. Aku buka Facebook, ternyata ada seorang perempuan yang minta konfirmasi pertemanan di berandaku. Dia sangat sangat cantik, tapi sepertinya aku mengenalnya... Hmm, ternyata dia adalah anak baru tadi. Aku tak menyangka dia mengenalku, tapi aku tidak tahu kalau dia kenal, sejenak aku berpikir... Siapa ya? Dimana dia mengenallku? Mungkin dia teman se SD ku dulu, Ah gak mungkin! Gak ada temen SD ku yang secantik dia. Hari itu aku menghabiskan satu jam chat dengannya. Aku sempat tanyakan, dimana dia mengenalku. Tapi dia hanya bales,"Masa gk tau, bukankah dulu kamu sering temani aku bermain". Aku semakin bingung dan penasaran, aku tanya saja siapa namanya, karena dikelasku tadi bising banget, jadi gak kedengar saat dia perkenalan. Tapi dia malah bales pakai bahasa Alay yang enggak sama sekali aku mengerti,"ya udh nmq ErN Sr, knl gk". Serentak aku bingung, siapa ya? Tapi...

         Saat itu kulihat billink sudah lebih dari satu jam, aku langsung tutup akun, dan ku putuskan chat kami berhenti disini, tanpa kusampaikan kata-kata penutup. Kali ini aku pulang pakai mobil angkot biar hemat, haha. Aku menunggu dulu angkot yang lewat, cukup lamaaa... Dan akhirnya ada juga! Aku masuk keangkot dan ternyata masih kosong, baguslah biar tidak pengap. Setelah itu, tiba-tiba mobil berhenti... Oh! Ternyata ada yang mau naik. Ehh tunggu dulu sepertinya itu teman baruku tadi, yang masih belum aku kenal namanya... Ternyata benar! Langsung saja kami berbincang-bincang saat itu. Dia bilang "gimana udah tau namaku, maaf ya bahasanya. Tapi itu bahasa gaul, ngerti kan", Ya mengertilah! Jawabku.,"Ayoo, siapa?" Ah kamu ngerjain aku ya, usilku. "Kamu juga, sok pura-pura gak kenal! Kamu tau kan dulutuh aku sering banget maen kerumah kamu" . Saat dia bercerita seperti itu, aku semakin bingung dan semakin lama, dia malah bercerita tentang pengalaman serunya denganku dulu, aku semakin susah mengingat namanya. Lalu setelah dia turun, aku perhatikan kemana dia pulang, semoga dengan itu aku mengetahuinya, aku tak tau siapa namanya. Oh sial! Kenapa tadi aku jujur aja dan tanyakan langsung aja namanya, huh gagal lagi aku...

        Pagi-pagi sekali aku bangun, segera aku berangkat sekolah. Aku tidak sabar untuk menanyakan kembali namanya, hari ini aku gak boleh gagal. Sampai disekolah aku langsung masuk kelas. Eh kemana ya dia? Apa dia sakit? Aku tanya pada teman sekelas, tapi tak ada seorangpun yang tau. Apa mungkin dia bolos, tapi masasih perempuan bolos. Saat itu bell berbunyi, dan semua siswa masuk kekelasnya. Aku masih memikirkan, kenapa dia tidak masuk sekolah, padahal hari ini aku ingin sekali mengetahui namanya, masa harus nunggu besok. Kemudian ada dua pengurus OSIS masuk kekelas, aku tau mereka pasti mau minta sumbangan buat bakti sosial. Eh, tapi ternyata salah, mereka mengumumkan informasi dengan subjek seperti ada yang meninggal. Siapa ya?... Astagfirullah... Ternyata yang meninggal adalah temanku itu, yang kuerindukan kedatangannya hari ini... Semua temanku meneteskan air mata, padahal baru kemarin mereka kenal. Terus! Apalagi aku, aku mencoba menahan air mataku, tapi itu tak bisa kulakukan. Serentak, aku rasakan tubuhku lemas, seperti mau melayang. Aku benar-benar sedih, dan baru kali ini aku menangis untuk seorang perempuan. 

        Seharian aku merenung dengan kesedihanku. Tapi aku sadar, aku tak boleh seperti ini. Sorenya aku datang kepemakamannya, saat selangkah kaki, aku sudah bisa mencium aroma harum bunga makam yang khas, dan bau tanah merah yang masih baru. Aku duduk disebelah makamnya dan aku lihat tulisan dibatu nisan "Erin Sari bin Ahmad". Ya Ampun!!! Sekarang aku benar-benar tahu siapa dia, dia adalah teman sejak kelas satu SMP, dia pindahan dari jakarta. Aku ingat, ketika dulu dia sering bela-belain jalan dari rumahnya kerumahku yang cukup jauh, hanya untuk bermain catur denganku. Dan aku lupa, karena setelah kelas dua dia pindah lagi kejakarta. Aku tak mengerti, kenapa aku baru ingat dia, setelah aku tahu namanya? Kenapa harus lewat batu nisan, aku tahu namanya? Kenapa harus dia yang lebih dulu dipanggil? Padahal aku ingat, kalau waktu SMP dulu, dia sempat mengungkapkan kalau dia suka sama aku, tapi aku gak beri jawaban apapun. Karena aku berencana untuk menembaknya balik, tapi karena malu yang aku besarin. Sampai dia pindah lagi aku tak pernah sempat lakuin itu.

        Dan sekarang aku benar-benar menyesal, ada rasa yang dia tinggalkan dariku. Tapi, aku percaya dan aku akan bangun kembali dan semangat. Aku masih akan terus berusaha bangun terus untuk dia. Dan kuucapkan dalam hati, Selamat jalan Erin..... Di tulis, 17-12-2010. Oleh AJang Rahmat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

First I Meet You #1

AJANGHEA - Ya waktu seorang guru memanggilmu kebawah, dan dia membuatmu memberikan nomer HP kepadaku. Masih ingat? Wajahmu yang entah sebal atau bingung. Pertama kali melihatku. Berikutnya sebatas memberi info untuk kumpulan, dan kamu memang tidak bisa hadir. Kamu adalah orang yang aku percayakan untuk memenuhi kebutuhan dikegiatan eskul itu, terbukti ketika aku meminta menyediakan bekas minuman bersoda, kamu sediakan. Kecuali hal yang paling penting, paling aku butuhkan, sebuah projector yang tidak pernah ada saat itu, tapi kamu sudah berusaha. Hanya dalam kegiatan elektronika, kamu tidak ikut gabung dengan kelompok manapun, kamu hanya diam dalam satu kelompok dan memperhatikan dengan wajah tanpa ada sedikitpun senyum. Tapi kamu senyum menyeringai ketika berbicara denganku. Ketika kita berbicara didepan, tepatnya saat kujelaskan program kerja eskul kepadamu. Aku tersadar dan merasakan geli seperti permen lucu yang manis jika kujilat. "gak bisa bilang huruf R?" ...

MyCerpen 3: Zombie Janda Mati

Cerpen Ini Lanjutan dari: MyCerpen 2: Rumah Tua Bawa Petaka Merinding bercampur haru, mendengar cerita pacarku malam ini. Devi bercerita sampai larut malam habis. Gak tau kenapa? Malam minggu kali ini, gak seromantis malam mingguan sebelumnya, lebih angker, kejam, dan rapuh rasanya... Devi curhat tentang sesosok guru berstatus janda dan masih berumur 20 tahun. Dan dalam cerita, janda tersebut baru ditemukan mayatnya tadi pagi, di sekolah dia mengajar yaitu SMA 19. Cuman tragisnya, kematian Janda tersebut dihantui oleh beberapa bagian tubuhnya yang hilang. Lengan kanannya putus, isi perutnya kosong, dan bagian lainnya bertato bekas gigitan. Belum jelas penyebab dan siapa pelakunya, tapi Jasad Janda yang baru aja cerai itu, membuat gempar seluruh penghuni SMA 19. Akhirnya, Devi berhasil menularkan ketakutannya padaku, dengan ekspresi dramatis, ceritanya membuat tubuhku merinding bercampur cemas gak karuan. Lalu dia berkata, " Makasih yank, malam ini kamu mau dengerin cerit...

Narsis Berdua... Lho Ko Ada Baymax Big Hero 6

Iseng narsis di depan gedung Walikota. Awalnya cuma berdua. Eh ko jadi ada Baymax ? Dari mana datangnya robot ini?  Baymax, Ajang Rahmat, dan Vicky Sedikit cerita mengenai Baymax. Pasti udah pada tau kan, Film Big Hero 6 . Setelah Disney sukses sama Frozen, Big Hero 6 gak kalah sukses juga. Mengambil tema Super Hero, yang salah satu jagoannya adalah robot berbungkus balon yang bernama Baymax. Jadi bener nih Bung Ajang foto bareng sama Baymax? Pertama saya tidak pernah kenal dan dekat dengan Baymax. Kedua Baymax mahluk fiksi animasi 3D. Tapi karena dia robot, versi aslinya bisa dibuat seharusnya. Jika ada yg jago ngedit foto pasti udah tau kalo itu hasil rekayasa photoshop :p Tapi lumayan keren juga kan! Oya kalo ada yg mau tau gimana caranya, selanjutnya saya posting deh...