Langsung ke konten utama

First I Meet You #1


AJANGHEA - Ya waktu seorang guru memanggilmu kebawah, dan dia membuatmu memberikan nomer HP kepadaku. Masih ingat? Wajahmu yang entah sebal atau bingung. Pertama kali melihatku.

Berikutnya sebatas memberi info untuk kumpulan, dan kamu memang tidak bisa hadir.

Kamu adalah orang yang aku percayakan untuk memenuhi kebutuhan dikegiatan eskul itu, terbukti ketika aku meminta menyediakan bekas minuman bersoda, kamu sediakan. Kecuali hal yang paling penting, paling aku butuhkan, sebuah projector yang tidak pernah ada saat itu, tapi kamu sudah berusaha.

Hanya dalam kegiatan elektronika, kamu tidak ikut gabung dengan kelompok manapun, kamu hanya diam dalam satu kelompok dan memperhatikan dengan wajah tanpa ada sedikitpun senyum. Tapi kamu senyum menyeringai ketika berbicara denganku.

Ketika kita berbicara didepan, tepatnya saat kujelaskan program kerja eskul kepadamu. Aku tersadar dan merasakan geli seperti permen lucu yang manis jika kujilat.

"gak bisa bilang huruf R?" tanyaku menahan tawa.

Entah kenapa kamu malah meminta maaf. Lucu sekali.

Terakhir kubertemu orang yang tidak bisa bilang R dengan sangat pasih, dia masih kelas 2 SD. Menarik sekali kamu, tubuh tinggi, kelas 2 SMA, gak bisa bilang R. Unch!

Hari itu sebenarnya tidak ada yang istimewa selain aku berhasil menemukan bahwa ada anak SMA, yang imut, lucu, dan gak bisa bilang huruf R. Seperti permen lucu yang manis jika kujilat.

***

Kumpulan berikutnya tidak ada hal aneh yang terjadi, keculi ada satu anak yang dengan tanpa dosa mengeluarkan termal paste dalam suntikannya, hanya karena penasaran dan dipikir itu odol. Dan itu rupanya kamu.

Kesal? lumayan. Kesal banget? sampai kabel male-male dibuat karya seni dengan tidak bertanggung jawab, mungkin aku tidak akan kesal sama sekali. huft

Kalo kamu masih ingat, temen kamu memelukmu dari belakang tanpa ada rasa malu. Mungkin kamu risih dan kamu bilang, "jangan meluk ih."

"gak normal" kataku.

Sebenarnya hampir tidak ada berkesan dihari itu kecuali...?

Saat aku meminta seseorang untuk kedepan mencoba alat, yang kedepan adalah kamu.

***

Hari berikutnya adalah persiapan untuk mengikuti perlombaan di sekolah almamaterku, jangan disebutin, tapi depannya NE belakangnya SAS. Aku sengaja buatkan presentasi untuk kelompokmu, karena katanya kalian sibuk remedial. Ok kamu boleh ngales...

Entah kapan sempat melihatmu latihan, tapi karena aku tidak bisa hadir ikut menemani saat itu. Jadi hanya kamu dan teman sekelompokmu, aku mau bantu kamu latihan.

"Jangan udah sore, gak ada orang" katamu.

Yasudah aku memilih di nesas untuk bantu persiapan besok.

Besoknya kamu datang lebih pagi, lebih pagi dari yang aku tau, awalnya kamu malu dan mungkin ragu masuk ke nesas, entah kenapa? Yang pasti alat kamu masih disekolah dan kamu balik lagi sekolah.

Berkali-kali kita saling chat, seolah kamu belum siap dan kalau ada waktu meminta buat latihan. Sampai dimana waktu giliran kalian udah tiba, aku hanya bisa memberi semangat dengan...
ya kamu tau apa yang aku lakukan ditangga waktu itu.

Sampai kamu naik keatas panggung dan mulai berbicara. Kamu keliatan begitu grogi, berbicara tidak lancar, kecepatan, dan tidak fokus.

"segitumah udah bagus ko!", kataku menyemangatimu.

Aku tidak pernah tau bagaimana cara jadi pelatih yang baik, atau pelatih yang seharusnya. Yang pasti jika ada yang down, aku harus menyemangatinya bukan memarahi. Karena segitumah udah bagus ko.

Besoknya kamu gak bisa hadir dengan alasan ada pelantikan di SMP. Dulu aku hanya berpikir kenapa bisa sepenting itu, sampai harus mengabaikan kegiatan ini. Lalu kamu bilang karena malu habis presentasi kemarin kacau, aku bilang, "segitumah udah bagus ko."

Karena aku pernah punya pengalaman yang 1000 kali lebih memalukan dari itu.

Tapi sekarang aku sudah tau apa alasan sebenarnya, tapi mungkin aku salah. Karena ini adalah saat dimana kita belum dekat-dekat amat. Tapi walau begitu bagiku segitu juga udah bagus ko.

***

To Be Continue...

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MyCerpen 3: Zombie Janda Mati

Cerpen Ini Lanjutan dari: MyCerpen 2: Rumah Tua Bawa Petaka Merinding bercampur haru, mendengar cerita pacarku malam ini. Devi bercerita sampai larut malam habis. Gak tau kenapa? Malam minggu kali ini, gak seromantis malam mingguan sebelumnya, lebih angker, kejam, dan rapuh rasanya... Devi curhat tentang sesosok guru berstatus janda dan masih berumur 20 tahun. Dan dalam cerita, janda tersebut baru ditemukan mayatnya tadi pagi, di sekolah dia mengajar yaitu SMA 19. Cuman tragisnya, kematian Janda tersebut dihantui oleh beberapa bagian tubuhnya yang hilang. Lengan kanannya putus, isi perutnya kosong, dan bagian lainnya bertato bekas gigitan. Belum jelas penyebab dan siapa pelakunya, tapi Jasad Janda yang baru aja cerai itu, membuat gempar seluruh penghuni SMA 19. Akhirnya, Devi berhasil menularkan ketakutannya padaku, dengan ekspresi dramatis, ceritanya membuat tubuhku merinding bercampur cemas gak karuan. Lalu dia berkata, " Makasih yank, malam ini kamu mau dengerin cerit...

Narsis Berdua... Lho Ko Ada Baymax Big Hero 6

Iseng narsis di depan gedung Walikota. Awalnya cuma berdua. Eh ko jadi ada Baymax ? Dari mana datangnya robot ini?  Baymax, Ajang Rahmat, dan Vicky Sedikit cerita mengenai Baymax. Pasti udah pada tau kan, Film Big Hero 6 . Setelah Disney sukses sama Frozen, Big Hero 6 gak kalah sukses juga. Mengambil tema Super Hero, yang salah satu jagoannya adalah robot berbungkus balon yang bernama Baymax. Jadi bener nih Bung Ajang foto bareng sama Baymax? Pertama saya tidak pernah kenal dan dekat dengan Baymax. Kedua Baymax mahluk fiksi animasi 3D. Tapi karena dia robot, versi aslinya bisa dibuat seharusnya. Jika ada yg jago ngedit foto pasti udah tau kalo itu hasil rekayasa photoshop :p Tapi lumayan keren juga kan! Oya kalo ada yg mau tau gimana caranya, selanjutnya saya posting deh...